Selasa, 29 Mei 2012

Sensasi Tidur Mewah di Hotel Mobil Antik

| | 0 komentar

detail berita

STUTTGART - Anda penggemar berat otomotif dan dunia balap? Atau Anda menyukai segala jenis mobil-mobil kuno? Jika iya maka mungkin suatu saat nanti Anda patut mengunjungi dan menginap di salah satu hotel unik yang berada di Stuttgart, Jerman ini.

V8 Hotel adalah surga bagi Anda yang amat mencintai dunia otomotif, terlebih bagi pecinta mobil-mobil antik. Hotel ini juga sangat pas untuk Anda yang ingin merasakan bagaimana rasanya tinggal dan tidur di arena balap.

Tidak hanya itu saja, pemilik V8 Hotel juga mendesain interior hotelnya dengan totalitas tinggi, mulai dari mural (lukisan dinding) di dinding untuk Anda yang bermimpi berada di arena balap sampai tempat tidur dan aksesorisnya yang dibuat dari mobil-mobil antik asli dari merek-merek terkenal Jerman, seperti Morris Minor hingga Mercedes. Seperti yang dikutip dari laman The Telegraph, Rabu (11/1/2012).

V8 Hotel dibangun di area bekas bandara Boblingan Airport, Jerman. Memiliki total 34 suite mewah, dengan luas masing-masing sekitar 120 meter persegi, serta  dilengkapi sauna dan serambi cantik dengan sajian pemandangan bandara tua. Tarif per malam yang dipatok hotel tersebut sebesar 312 poundsterling atau sekira Rp4,4 juta (Rp14.186,23 per 1 pounds).

Lokasi hotel ini pun sangat strategis, karena berada di dekat German International Centre of Automakers, pusat pembuatan mobil-mobil mewah hasil racikan tangan-tangan mekanik Jerman. Tentu saja, ini menjadi nilai tambah yang membuat hotel ini sangat laris dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara setiap harinya, bahkan selebriti dunia sekalipun. (dgs)
Read more...

Kenapa Manusia dan Serangga Berkompetisi?

| | 0 komentar

Image: corbis.com

BANDUNG - Serangga bagi manusia umumnya merupakan organisme yang merugikan. Keberadaan serangga dianggap sebagai ancaman bagi kehidupan manusia. Serangga pun disebut hama yang harus dibasmi.

Pakar serangga (entomologist) Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Intan Ahmad mengatakan, hama adalah penamaan yang diberikan manusia dan tidak mempunyai kebenaran ekologis. Penamaan hama pada serangga dipicu karena sudah lama terjadi kompetisi antara manusia dan serangga.

“Karena ada kompetisi dengan manusia, jadi serangga dinyatakan sebagai hama oleh manusia,” kata Intan Ahmad, dalam Pidato Ilmiah Guru Besar ITB, di Bandung, baru-baru ini.

Padahal, sambungnya, para entomologist sepakat dari sekira satu juta spesies serangga yang sudah dikenal, hanya sekira dua persen yang masuk kategori hama. Serangga dianggap sebagai hama bila keberadaannya mengganggu manusia, dari berbagai segi, mulai ekonomi, kesehatan, estetika, kenyamanan, dan sebagainya.

Satu atau sekelompok serangga dapat dikatakan hama pada keadaan dan waktu tertentu; tetapi pada keadaan dan waktu yang lain dapat dikatakan sebagai serangga berguna. Contohnya rayap berguna bila melakukan fungsi ekologisnya sebagai pengurai selulosa di hutan. Tetapi rayap jadi amat merugikan karena merusak struktur bangunan pemukiman manusia yang terbuat dari kayu.

Namun, Intan tidak menemukan data pasti kapan manusia mulai berkompetisi dengan serangga. Tetapi yang jelas, manusia dan serangga berkompetisi karena didorong misi yang sama, yaitu untuk survive and reproduce. Meski begitu, kompetisi manusia versus serangga dapat dilihat dari sudut pandang evolusi.

Serangga diperkirakan telah muncul kurang lebih 400 juta tahun lalu. Serangga merupakan salah satu produk evolusi biosfera yang sudah berlangsung sejak lebih dari 4,6 miliar tahun lalu. Sebagai perbandingan, mamalia muncul pada 230 juta tahun lalu. Saat itulah, awalnya serangga hanya berinteraksi dengan tumbuhan, lalu berinteraksi dengan hewan dan mampu memanfaatkan sumber daya hewan.

Lalu sekira 1,8 juta tahun lalu, muncul manusia modern. Sejak itulah serangga mulai berinteraksi dengan manusia, bahkan berkompetisi.

“Jadi, dalam kurun waktu ratusan juta tahun, serangga tidak berinteraksi dengan manusia. Karena manusia modern seperti kita baru muncul di permukaan bumi sekira 1,8 juta tahun lalu,” tambah Guru Besar yang juga Ketua Senat Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB itu.

Sebagai organisme yang lebih dulu hidup daripada manusia, serangga dilengkapi dengan kemampuan adaptasinya yang tinggi, serta ketahanannya terhadap berbagai tekanan lingkungan untuk survive. Hal itu membuat serangga dengan mudah memasuki semua sistem kehidupan, termasuk kehidupan manusia.

“Tetapi perspektif evolusi, manusialah yang memasuki dunia serangga karena muncul di bumi ini lebih akhir,” ungkapnya.

Ketua Perhimpunan Entomologi Indonesia Cabang Bandung ini mengungkapkan, serangga ada di mana-mana. Dari semua hewan yang ada di bumi ini, lebih dari 60 persennya adalah kelompok serangga atau hewan berkaki enam.

Sampai saat ini lebih dari sejuta spesies serangga sudah dikenal. Para peneliti memperkirakan, jumlah spesies serangga berkisar antara 5 hingga 10 juta. Sebagai organisme yang paling banyak di bumi, serangga bisa ditemukan di mana saja, bahkan di Antartika, mata air panas di Amerika, dalam berbagai sumur minyak, hingga di dalam usus kuda. “Satu tempat yang tidak ditemukan adanya serangga adalah di dalam air laut,” katanya.

Mengingat jumlahnya yang banyak dan ada di mana-mana, serangga sebenarnya berperan penting bagi ekosistem di bumi ini termasuk bagi manusia. Misalnya, serangga berperan terhadap penyuburan tanah, siklus nutrisi, propagasi tanaman, polinasi dan penyebaran tanaman, termasuk menjaga struktur komunitas hewan melalui rantai dan jaring makanan.

Keberadaan satu spesies serangga berdampak terhadap keberadaan dan kompleksitas organisme lainnya. Bahkan beberapa serangga dinyatakan sebagai “keystone species”, misalnya peran rayap sebagai dekomposer, ataupun serangga yang hidup dalam ekosiste akuatik yang berperan dalam siklus nutrisi untuk kehidupan organisme di dalam air.

Contohnya, sebut Intan, bila jentik nyamuk tidak ditemukan di dalam suatu ekosistem perairan, ratusan ikan harus mengubah cara makan mereka agar dapat tetap bertahan hidup. Sedangkan prilaku makan ikan telah tercetak secara genetis, sehingga hilangnya jentik nyamuk akan mengakibatkan matinya ikan. Maka hilangnya jentik nyamuk mengganggu jaring dan rantai makanan.

Serangga adalah organisme yang membentuk penyerbukan bagi hampir 80 persen tumbuhan berbunga yang ada di bumi. Selanjutnya, tumbuhan tersebut akan dimakan hewan yang ujung-ujungnya hewan itu dimakan manusia. “Bagi manusia, sebagian makanan yang kita makan sekira 50 persennya tergantung kepada serangga. Ini yang tanpa kita sadari,” ujarnya.

Sehingga, tegas Intan, tantangan ilmuwan adalah bagaimana menjelaskan peran utama serangga dalam ekosistem. “Juga penting dijelaskan bahwa keberadaan serangga merupakan kepentingan kita juga,” ujarnya. (dgs)
Read more...

Peneliti Temukan Pulau yang Tenggelam

| | 0 komentar

detail berita

PERTH - Peneliti telah menemukan dua pulau besar yang tenggelam di samudra Hindia, sebelah barat Perth. Pulau tersebut dulunya berada di atas permukaan laut, dan membentuk bagian terakhir dari jalur yang menghubungkan India dan Australia.

Para peneliti dari University of Sidney, Macquaire University, dan University of Tasmania menemukan pulau tersebut ketika melakukan pemetaan dasar laut Perth Abyssal Plain.

"Data yang terkumpul selama penjelajahan bisa mengubah pemahaman kita tentang bagaimana India, Australia dan Antartika terpisah dari Gondwana," kata Dr. Joanne Whittaker, ahli geologi dari University of Sydney.

"Kami berharap melihat batuan laut seperti basalt saat mengeruknya, mengejutkan sekali ketika yang kami temukan berupa batuan benua seperti granit, gneiss, dan batu apung yang mengandung fosil," tambah Dr. Simon Williams, pimpinan ekspedisi dari University of Sidney.

Seperti dilansir melalui Perthnow, Selasa (15/11/2011), pulau tersebut disebut sebagai 'micro-continents', dan terbentuk ketika India mulai menjauh dari Australia kurang lebih 130 juta tahun yang lalu pada periode Cretaceous. Kemudian pulau itu terdampar ribuan kilometer dari pantai seiring dengan padatan tanah yang makin terpisah.

"Analisis mendetail terhadap batuan yang dikeruk dari pulau tersebut akan memberi kita jalan untuk mengetahui usia, dan bagaimana pulau tersebut pernah jadi bagian Gondwana," kata para peneliti itu.

Dr Whittaker menambahkan, "Pulau yang kami temukan itu memiliki permukaan yang datar. Ini mengindikasikan bahwa sebelumnya pulau itu berada di atas permukaan laut, yang kemudian pelan-pelan mulai tenggelam." (dgs)
Read more...

1 dari 12 Remaja Punya Kecenderungan Sakiti Diri Sendiri

| | 0 komentar

detail berita

NEW YORK - Setidaknya 1 dari 12 orang pemuda diduga sengaja menyakiti dirinya sendiri semasa remajanya. Kecenderungan perilaku ini sekitar 60 persen lebih nampak pada wanita dibandingkan pria.

Sementara itu, pria dengan kecenderungan perilaku serupa biasanya menempatkan diri  mereka pada tindakan yang beresiko serius seperti menantang kereta api atau berlari di depan mobil yang melintas.

Seperti dilansir melalui TheTelegraph, Kamis (17/11/2011), menyakiti diri sendiri merupakan salah satu indikator kemungkinan terjadinya bunuh diri. Remaja yang pernah masuk rumah sakit akibat menyakiti dirinya 100 kali lebih rentan terhadap tindakan bunuh diri jika dibandingkan kebanyakan orang.

Peneliti juga menemukan bahwa kebanyakan remaja yang menyakiti dirinya, mengiris, membakar, atau hal semacamnya yang menimbulkan luka serius memulai tindakan itu pada usia 14 atau 15 tahun. Namun pada usia 20 tahun, dengan perbandingan sejumlah 9 dari 10 orang, mereka menghentikan perilaku itu.

"Penelitian ini tidak mengukur apakah partisipan mengalami intervensi (dalam tindakannya), tapi belum ada bukti kuat adanya perawatan tertentu untuk mencegah tindakan seperti ini," kata Dr Paul Moran dari King's College London.

Sementara itu, Prof George Patton dari University of Melbourne, Australia, berpendapat bahwa perubahan hormon pada masa transisi remaja menuju dewasa berperan dalam menyebabkan perilaku tersebut.

"Ada kecenderungan bahwa perubahan ini adalah tanda meningkatnya kerumitan emosi yang banyak terjadi pada remaja, terutama remaja putri. Tapi kemudian ada kesenjangan besar, sebelum struktur yang terlibat dalam pengaturan emosi itu sepenuhnya matang," tambahnya. (dgs)
Read more...

Mengapa Setelah Makan Mengantuk?

| | 0 komentar

detail berita

CAMBRIDGE - Merasa ngantuk setelah selesai makan? Saat ini para peneliti telah menemukan penyebab kantuk tersebut. Terjaga dan pengeluaran energi ternyata bergantung pada sel orexin.

Sel inilah yang bertanggung jawab terhadap rasa kantuk juga bekerja membakar kalori. Sel orexin mengeluarkan sebuah stimulan yang disebut orexin/hypocretin di dalam otak. Para peneliti menemukan bahwa asam amino, yaitu nutrisi yang terkandung dalam putih telur, lebih sanggup untuk merangsang syaraf orexin dibandingkan dengan nutrisi lain.

Seperti dilansir melalui Medicalxpress, Jumat (17/11/2011), Dr Denis Burdakov dari Department of Pharmacology and Institute of Metabolic Science meengatakan, "Pola tidur, kesehatan, dan berat tubuh saling berhubungan. Kerja bergilir, seperti juga diet yang kurang tepat dapat menyebabkan obesitas."

"Impuls elektrik yang dikeluarkan sel orexin merangsang seseorang untuk terjaga dan memerintah tubuh untuk membakar kalori. Kami masih bertanya-tanya apakah nutrisi diet mengubah impuls-impuls tersebut," tambahnya.

Mereka menemukan bahwa asam amino merangsang sel orexin. Sebelumnya, penelitian mereka telah menemukan bahwa glukosa menghalangi kerja orexin (ini yang menyebabkan seseorang mengantuk setelah makan), lalu peneliti memperhatikan interaksi antara gula dan protein. Mereka pun menemukan bahwa asam amino menghentikan pemblokiran yang dilakukan glukosa terhadap sel orexin.

"Hal yang menarik adalah memiliki cara rasional untuk mengatur aktivasi sel otak dengan memilih makanan yang ingin dimakan," kata Dr Burdakov.

"Tidak semua sel otak dapat diatur dengan nutrisi, komposisi diet akan sangat menentukan," imbuhnya. (dgs)
Read more...

Ditemukan Anggrek yang Hanya Mekar Saat Malam

| | 0 komentar

detail berita

NEW BRITAIN - Biasanya bunga akan mekar di pagi atau sore hari. Bunga anggrek yang satu ini berbeda, dia mekar justru pada malam hari.

Bunga bernama latin bulbophyllum nocturnum adalah anggrek pertama yang mekar setelah matahari terbenam dan pada dini hari. Bunga nokturnal seperti ini hanya terdapat pada sejumlah kecil spesies tanaman, diantaranya kaktus queen of the night, pokok bonglai atau midnight horror tree, dan jenis melati yang mekar di malam hari.

Dilansir melalui TheTelegraph, Selasa (22/11/2011), para ahli tanaman mengatakan, diantara 25.000 spesies anggrek yang telah diketahui, belum pernah ada jenis anggrek nokturnal. Kebanyakan anggrek melakukan penyerbukan dengan bantuan ngengat, terutama pada malam hari. Meskipun begitu, bunganya mekar dan tetap terbuka pada siang hari.

Bunga anggrek yang hanya mekar untuk satu malam ini ditemukan di pulau New Britain, sebelah timur laut Papua New Guinea, oleh Ed de Vogel, seorang ahli anggrek dari Belanda.

Ed de Vogel bersama dengan Andre Shuiteman, ahli anggrek dari Royal Botanic Garden, Kew, membentuk sebuah tim untuk meneliti spesies baru tersebut.

"Karena dari begitu banyak spesies anggrek yang telah ditemukan, tidak pernah diketahui sebelumnya ada anggrek yang melakukan penyerbukan pada malam hari. Ini tidak terduga sebelumnya," kata Schuiteman.

"Ini mengingatkan kita akan adanya penemuan mengejutkan yang masih bisa dibuat. Tapi, menemukan spesies yang hanya terdapat di hutan tropis purba seperti ini, sama dengan berlomba melawan waktu," jelas Schuiteman.

Dia menambahkan, "Seperti yang kita semua ketahui, hutan sejenis itu cepat menghilang. Sementara itu, untuk membuat penemuan seperti itu, dana kerja lapangan adalah sesuatu yang sangat penting." (dgs)
Read more...

Mimpi Mampu Atasi Trauma

| | 0 komentar

detail berita

CALIFORNIA - Sebuah penelitian baru mengungkapkan tidur dan bermimpi dapat membantu menghilangkan kenangan yang menyakitkan, setidaknya bisa bertahan dan menangani kenangan buruk tersebut.

Peneliti dari University of California di Berkeley (UCB) menegaskan mimpi adalah sebuah perangkat otak manusia yang bisa digunakan untuk menangani masalah atau kenangan buruk menjadi lebih mudah dan bisa ditangani dengan baik. Proses ini terjadi selama Rapid Eye Novement (REM) yakni tahap tidur normal yang ditandai oleh gerakan mata secara acak saat bermimpi.

Seperti dikutip Softpedia, Jumat (25/11/2011), hal penting yang terjadi selama proses itu adalah pengolahan emosi dan pengalaman yang terjadi sepanjang hari. Ini meliputi kenangan yang sulit dilupakan. Meskipun kenangan-kenangan ini tidak terhapus secara mutlak, namun setidaknya mulai berkurang dan merasa lebih tenang ketika seseorang bangun dari tidurnya.

Menurut para ahli, selama proses REM berlangsung dan bermimpi, secara kimia respon terhadap pikiran yang membuat stres dimatikan untuk sementara waktu. Ketika ini terjadi, mekanisme yang berbeda akan mengambil alih dan dapat mengatasi pengalaman negatif.

Peneliti menemukan dua perspektif utama dari hasil penelitian ini, pertama memberikan wawasan baru pada kondisi gangguang stres pasca trauma dan kedua digunakan untuk mencari tahu mengakapa seseorang selalu bermimpi. Hasil ini telah dipublikasikan Jurnal Current Biology edisi 23 November, oleh Matthew Walker, prfesor psikologi dan neurologi UCB.

"Tahap bermimpi ketika tidur, berdasarkan komposisi neurokimia yang unik harus memberikan kita sebuah terapi dalam waktu semalam. Ini seperti menggunakan penenang yang ditujukan untuk menghilangkan kenangan buruk dari pengalaman emosional di hari sebelumnya," jelas peneliti.

Mungkin dalam kasus penderita gangguan stres pasca trauma, cara yang telah dijabarkan di atas dapat membantu mereka untuk menghilangkan kenangan buruknya dan memulihkan keadaan mereka menjadi normal kembali. (dgs)
Read more...

Ilmuwan Ungkap Rahasia Regenerasi Sirip Ikan Zebra

| | 0 komentar

detail berita

LONDON - Ilmuwan akhirnya berhasil mengungkapkan rahasia regenerasi dari anggota tubuh hewan yang rusak, setelah melakukan penelitian selama tiga dekade. Semua itu dipengaruhi asam retinoat yang sama dengan kandungan vitamin A.

Tim peneliti dari University of Konstanz di Jerman Selatan mengklaim telah berhasil memecahkan teka-teki dalam mempelajari regenerasi anggota tubuh dari ikan zebra. Semua itu dipengaruhi oleh asam retinoat yang membuat ikan air tawar tropis tersebut bisa memproduksi kembali siripnya, bahkan juga menguatkan otot jantung. Peneliti mengatakan asam retinoat merupakan elemen penting dari regenarisi ini.

"Ini merupakan keberhasilan besar bagi kami. Sampai sekarang, belum ada seorang pun yang bisa melihat dengan jelas apa fungsi sebenarnya dari asam ini," ungkap Gerrit Begemann, peneliti utama Konstanz, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (29/11/2011).

Sebelum proses regenarasi berlangsung, sirip ikan zebra yang luka ditutup dengan beberapa lapisan jaringan. Sel-sel di bawah permukaan kulit mengalami pembentukan sel baru yang disebut protoplasma.

Menurut peneliti, pembentukan protoplasma pada ikan zebra memperlihatkan bahwa hewan tersebut mampu menghasilkan persediaan sel sendiri yang dapat digunakan untuk memproduksi sirip baru. Asam retinoat yang diproduksi oleh hewan hampir sama dengan kandungan vitamin A yang sering dikonsumsi manusia.

Beberapa penelitian sebelumnya ada yang membuktikan, wanita hamil yang tidak meminum vitamin A berakibat pada keterbelakangan mental janinnya kelak. Ini jelas sebuah regenerasi dengan skema yang hampir mirip.

"Saya berharap bisa menggunakan kandungan asam retinoat untuk beberapa aplikasi media. Masalahnya manusa tidak bisa memproduksi jaringan. Pada akhirnya ini menjawab apa rasa ingin tahu kami menganai mengapa suatu hal terjadi," simpulnya. (dgs)
Read more...

Sinyal WiFi Bisa Jadi Penyebab Kemandulan

| | 0 komentar

detail berita

BUENOS AIRES - Penelitian ilmiah baru-baru ini berspekulasi bahwa laptop yang terhubung secara nirkabel ke internet, dan diletakkan di paha dekat dengan testis dapat menurunkan tingkat kesuburan pria.

Avendano, Mata, Sanchez Sarmiento, dan Doncel, adalah empat ilmuwan Argentina yang melakukan penelitian tersebut dengan menempatkan sperma sehat di bawah laptop yang terkoneksi pada WiFi.

Setelah empat jam, sperma yang terpapar sinyal Wi-Fi tersebut menunjukkan penurunan signifikan dalam kemampuan sperma bergerak maju, juga peningkatan fragmentasi DNA. Kondisi tersebut sangat berbeda bila dibandingkan dengan sperma sehat yang disimpan pada waktu dan suhu sama, namun jauh dari komputer.

Dilansir melalui InternationalBusinessTimes, Rabu (30/11/2011), keadaan tersebut mengindikasikan sperma terpapar WiFi, akan mengalami [enurunan kemampuan gerak menuju sebuah sel telur, dan jika mampu membuahi pun, sperma tersebut hanya memiliki sedikit DNA pria.

Sementara itu, sebuah tes terpisah menunjukkan bahwa menempatkan sperma di dekat komputer (tanpa WiFi) tidak menyebabkan kerusakan yang sama. (dgs)
Read more...

Kura-kura Saling Berkomunikasi Sebelum Menetas

| | 0 komentar

detail berita

CANBERRA - Para ilmuwan percaya bahwa bayi kura-kura dapat berkomunikasi satu sama lain sebelum mereka menetas dan dapat mengatur untuk muncul dari telur mereka pada waktu yang sama.

Sebuah studi dari Australia Murray, kura-kura berleher pendek, menemukan embrio mencocokkan penetasan mereka untuk mencegah kura-kura kecil muncul sendirian dan di serang predator seperti rubah.

Hal ini diyakini pada kura-kura yang belum menetas, terletak tertutup dalam sarang mungkin bisa merasakan getaran jantung masing-masing atau mendeteksi gas yang dipancarkan dari napas.

"Saya cukup yakin mereka tidak duduk bersama mengobrol satu sama lain, tapi tidak ada yang benar-benar tahu," ujar Dr Ricky Spencer, salah satu penulis studi terbaru, seperti dikutip Telegraph, Jumat (2/11/11).

Para peneliti dari University of Western Study mengatakan posisi embrio dibawah sarang, dimana suhu lebih rendah sehingga memiliki mekanisme 'catch-up' yang memungkinkan mereka mengatasai masa inkubasi mereka yang lama. Namun, sifat yang tepat dari mekanisme tetap tidak diketahuai.

"Mereka  mungkin mengisyaratkannya di detak jantung," kata Spencer pada ABC Radio.

Dia melanjutkan, "Mereka semua menyentuh satu sama lain dalam sarang, sehingga mungkin ada getaran di sana. Sebuah lingkungan sarang dengan banyak rongga tertutup, di mana pertukaran gas mungkin menjadi isyarat ketika mereka bernafas."

Para peneliti mempelajari kura-kura dengan membagi kopling telur menjadi dua dan inkubasi mereka pada suhu yang berbeda. Mereka kemudian menyatukan telur setelah seminggu dan menganalisis tingat jantung embrio dan tingkat metabolisme.

Selama sepertiga terakhir dari periode inkubasi, embrio yang lebih dingin mempercepat detak jantung dan metabolisme serta menetas dalam beberapa hari dari yang lebih hangat.

"Mereka meningkatkan perkembangan pada dasarnya secara independen terhadap suhu dan memungkinkan mereka untuk menetas lebih awal." tandas Spencer. (dgs)
Read more...

Peneliti Jepang Ciptakan Kepiting Tembus Pandang

| | 0 komentar

detail berita

KYOTO - Sekelompok peneliti dari Kyoto University, Jepang, berhasil mengubah seekor kepiting normal jadi kepiting tembus pandang. Pengubahan tersebut dilakukan melalui proses kimia, dengan memanfaatkan sifat khas chitin, yaitu salah satu bahan pembentuk cangkang kepiting.

Tujuan penelitian ini adalah menemukan bahan baru untuk membuat layar fleksibel, yang bisa digunakan pada perangkat elektronik atau solar cell. Setelah membuat cangkang kepiting tersebut tembus pandang, para peneliti menerapkan teknik serupa pada bahan yang terbuat dari hancuran chitin dan akrilik yagn digepengkan, untuk membuat sejenis kertas transparan.

Keunggulan chitin adalah bahan tersebut tidak mengembang saat dipanaskan. Sifat ini menjadikannya bahan yang sangat berguna ketika membuar layar jenis datar atau fleksibel, untuk digunakan televisi, komputer, atau pada solar cell yang dicetak sesuai permukaan tanah.

Dilansir melalui Physorg, Jumat (2/12/2011), bahan serupa kertas yang dibuat para peneliti tersebut memiliki ketahanan panas 10 kali lipat dari bahan fiber glass tradisional, yang juga memiliki kemampuan transmisi cahaya lebih tinggi.

Akan sangat menguntungkan jika penemuan bahan ini ternyata merupakan terobosan baru bagi sains elektronik, apalagi ketersediaan bahan ini di alam cukup melimpah. Bahan ini bukan hanya memonopoli kepiting, tapi ada pada hampir semua crustace, juga serangga dan arachnida pada umumnya. Bahan ini bahkan dapat ditemukan pada dinding sel jamur. (dgs)
Read more...

Kodok Bisa Prediksi Gempa Bumi

| | 0 komentar

detail berita

CALIFORNIA - Sebuah studi menyatakan, hewan dapat digunakan untuk memprediksi gempa bumi, karena spesies tertentu bisa merasakan perubahan kimia dalam air tanah sebelum aktivitas seismic.

Para ahli mulai menyelidiki teori tersebut setelah sekoloni kodok diamati meninggalkan kolam di L'Aquila, Italia pada 2009, beberapa hari sebelum terjadi bencana gempa bumi.

Hewan yang hidup di tanah atau sekitarnya, seperti kodok sangat sensitif terhadap perubahan dan kemungkinan melihat tanda-tanda akan terjadi gempa.

Para peneliti, dipimpin oleh Friedemann Freund dari NASA dan Rachel Grant dari Open University, UK berharap penemuan mereka akan menginsprasi ahli biologi dan geologi untuk bekerja sama dalam memperbaii prediksi gempa.

Meskipun ini bukan contoh pertama dari kegiatan hewan yang tidak biasa diamati sebelum gempa, kasus kodok L'Aquilla tersebut berbeda sehingga mereka dipelajari secara rinci. Grant, seorang ahli biologi memantau koloni kodok tersebut sebagai bagian dari proyek PhD-nya, beberapa hari sebelum bencana gempa di Italia.

"Sangat dramatis, 96 kodok pergi dan hampir tidak ada selama 3 hari. Setelah kejadian itu saya dihubungi NASA," ujarnya kepada BBC, seperti dilansir Telegraph, Jumat (2/12/11).

Para ilmuwan di badan antariksa AS telah mempelajari perubahan-perubahan kimia yang terjadi ketika batu diletakkan di bawah tekanan ekstrim dan mempertanyakan apakah mereka terkait dengan keberangkatan kodok.

Tes di laboratorium sejak awal menyatakan bahwa perubahan dalam kerak bumi, dapat secara langsung mempengaruhi kimia dalam kolam tempat kodok itu hidup dan berkembang biak.

Rantai kimia dari peristiwa dapat mempengaruhi bahan organik yang terlarut dalam air kolam, sehingga mengubah bahan organik menjadi zat berbahaya yang beracun untuk hewan air.

Grand mengatakan, "Ketika Anda memikirkan banyak hal yang terjadi pada batu-batu, akan menjadi aneh kalau hewan tidak terpengaruh."

"Setelah kita memahami bagaimana semua sinyal ini terhubung, lalu kita melihat 4 dari 5 sinyal menunjukkan arah yang sama maka kita bisa mengatakan 'oke', sesuatu akan terjadi," jelas Grant.

Temuan tim ini diterbitkan di International Journal of Environtmental Research and Public Helath. (dgs)
Read more...

Ozon Bisa Digunakan Memprediksi Gempa Bumi

| | 0 komentar

detail berita

VIRGINIA - Para peneliti di seluruh dunia sedang mencari cara yang dapat diandalkan untuk memprediksi gempa bumi. Salah satu cara baru yang sedang diteliti akhir-akhir ini adalah prediksi gempa lewat ozon.

Ozon adalah gas alam, sebuah produk sampingan dari pelepasan muatan listrik ke udara, seperti petir, atau batu yang pecah karena tekanan. Sementara itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Physics Letters, menunjukkan bahwa gas ozon yang dipancarkan dari rekahan batu ternyata dapat digunakan sebagai indikator perkiraan gempa bumi.

Para ilmuwan di laboratorium dari Raul A. Baragiola, seorang profesor fisika teknik di University of Virginia School of Engineering and Applied Science, melakukan eksperimen untuk mengukur ozon yang dihasilkan dengan menghancurkan atau mengebor berbagai jenis batuan beku dan metamorf, termasuk granit, basal, gneiss, riolit dan kuarsa. Batuan yang berbeda menghasilkan ozon dalam jumlah yang berbeda, diantaranya, batuan riolit menghasilkan emisi ozon terkuat.

Dilansir melalui UVatoday, Selasa (6/12/2011), beberapa waktu sebelum gempa bumi, tekanan mulai terkumpul dalam retakan-retakan di bawah tanah. Tekanan tersebut membuat retak batuan, dan diasumsikan akan menghasilkan ozon yang dapat dideteksi.

Untuk membedakan apakah ozon itu berasal dari batu atau dari reaksi di atmosfer, para peneliti melakukan eksperimen pada oksigen murni, nitrogen, helium dan karbon dioksida.

Mereka menemukan hanya ozon yang dihasilkan oleh rekahan batulah yang mengandung atom oksigen, seperti udara, karbon dan molekul oksigen murni. Ini menunjukkan bahwa rekahan batu dapat dideteksi dengan mengukur ozon.

"Jika penelitian di masa depan dapat menunjukkan korelasi positif antara tingkat ozon tanah, di daerah retakan tanah dan gempa bumi, sebuah sistem detektor ozon yang saling berhubungan bisa mengawasi pola anomali, yang terjadi saat retakan batu melepaskan ozon dari bawah tanah dan retakan permukaan," katanya.

Dia menambahkan bahwa deteksi dari peningkatan ozon tanah juga mungkin berguna dalam mengantisipasi bencana di penggalian terowongan, tanah longsor dan tambang bawah tanah. (dgs)
Read more...

Ilmuwan Temukan Bukti Air di Masa Lalu

| | 0 komentar

detail berita

SAN FRANCISCO - Seorang penjelajah NASA menemukan tanda-tanda air yang berasal dari masa lalu di Mars. Ini setelah mereka menemukan bukti terkuat dari gypsum, mineral yang menyimpan air, terlihat menonjol dari sebuah batu kuno.

Penjelajah Rover dan kembarannya, Spirit, tiba di sisi berlawanan dari Mars pada Januari 2004. Selama bertahun-tahun, para penemu, dibantu oleh pesawat ruang angkasa yang mengorbit beberapa telah kembali tubuh meyakinkan bukti bahwa Mars tidak selalu dingin dan kering seperti saat ini.

Bukti yang paling meyakinkan ini diungkapkan pada konferensi American Geophysical Union di San Francisco, adalah batuan tipis di dalamnya dicampur gipsum dan menonjol dari batu kuno di sepanjang tepi kawah yang mempunyai luas 154km yang disebut Endeavour.

Gypsum, umumnya dikenal sebagai plester from Paris, biasanya terbentuk dari air yang mengalir melalui batuan. Demikian yang dilansir melalui Strait Times, Selasa (13/12/2011). (dgs)
Read more...

Rahasia 'Raksasa Merah' Ungkap Fakta Aktivitas Matahari

| | 0 komentar

detail berita

WASHINGTON - Sekelompok ilmuwan internasional telah meneliti rotasi sebuah bintang tua bernama 'Raksasa Merah'. Mereka menemukan kenyataan bahwa dari luar, Raksasa Merah terlihat berputar pelan, tapi bagian intinya berputar 10 kali lebih cepat dari bagian luarnya.

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang hal yang akan terjadi pada Matahari setelah 5 miliar tahun.

"Inti sebuah bintang menentukan bagaimana dia berkembang, dan pengetahuan mendalam tentang rotasi sebuah bintang membantu kita memahami hal yang dapat terjadi seiring makin tuanya Matahari kita," kata Profesor Tim Bedding dari School of Physycs di University of Sidney.

Para ilmuwan menggunakan teleskop Kepler milik NASA untuk mengamati proses penuaan Raksasa Merah dan mengungkap penemuan mereka mengenai perbedaan rotasi antara inti dan bagian terluar bintang tersebut.

Dilansir melalui MachineLikeUs, Rabu (14/12/2011), tim yang dipimpin oleh Paul Beck dari Leuven university di Belgium, mengalisa gelombang di dalam bintang, yang terlihat sebagai suatu variasi ritmik pada cahaya permukaan bintang itu. Rotasi bintang hanya sedikit mempengaruhi frekwensi gelombang sehingga membuat mereka harus menghabiskan waktu 2 tahun, untuk secara rutin mengambil data lewat teleskop Kepler.

"Raksasa Merah awalnya merupakan bintang serupa Matahari kita, namun seiring penuaannya, lapisan terluar bintang itu mengembang lebih dari 5 kali lipat ukuran normalnya, lalu mengalami pendinginan yang signifikan sehingga membuatnya terlihat merah," terang Dr Dennis Stello, dari School of Physics di University of Sidney.

"Hal yang sebaliknya terjadi pada bagian inti Raksasa Merah. seiring dengan kontraksi yang terjadi padanya, inti tersebut menjadi makin panas dan padat," tambahnya. (dgs)
Read more...

Wow..Ada Planet Berlian di Galaksi Bima Sakti

| | 0 komentar

detail berita

LONDON - Para wanita pasti senang mendengar berita ini, sebab sekelompok peneliti mengungkapkan bahwa mereka menemukan planet yang terbuat dari berlian di galaksi Bima Sakti. Planet yang dipenuhi berlian berkilau ini, sayangnya tidak bisa ditinggali oleh manusia.

Para peneliti yang berasal dari Ohio State University menemukan planet berlian tersebut di galaksi Bima Sakti, dengan letak 73 sampai 250 tahun cahaya. Kandungan mineral di berlian ini terdiri dari sampel besi, karbon dan oksigen yang kesemuanya ada di Bumi.

Menurut Wendy Panero, ketua kelompok penelitian ini mengatakan bahwa, dia dan rekan-rekannya mencapai kesimpulan bahwa kandungan besi, karbon dan oksigen di planet itu meniru kondisi di Bumi. Mereka menemukan juga tingginya karbon bercampur oksigen yang membentuk berlian.

Mereka pun membentuk model di komputer bagaimana mineral itu membentuk berlian. Apalagi menurutnya, 50 persen atom di planet ini akan berubah menjadi berlian. Karena berlian mampu menyalurkan panas dengan baik, namun berlian juga mampu membeku dengan cepat.

"Penelitian kami menemukan planet yang kaya karbon dapat membentuk dengan inti dan mantel, sama seperti Bumi lakukan. Namun, inti kemungkinan akan sangat kaya karbon seperti baja dan mantel juga akan didominasi oleh karbon, ini yang membentuk berlian," kata Panero, seperti yang dilansir Daily Mail, Kamis (15/12/2011).

Tapi berbeda dengan Bumi, kondisi seperti itu idak mungkin untuk mempertahankan kehidupan seperti yang kita kenal di planet yang kita tinggali. (dgs)
Read more...

Ilmuwan Gunakan Monyet untuk Pantau Radiasi Nuklir

| | 0 komentar

detail berita

TOKYO - Para ilmuwan di Jepang mengambil pendekatan baru untuk mengukur dampak radiasi dalam hutan yang dipengaruhi oleh krisis nuklir di Fukushima, mereka pun meminta bantuan dari monyet liar setempat.

Takayuki Takahashi, seorang profesor teknologi robot di Fukushima University, mengatakan kepada CNN, timnya sedang bekerja di sebuah tempat yang dilengkapi dengan dosimeter untuk mengukur tingkat radiasi yang dapat dipasang pada monyet sebelum mereka dilepaskan kembali ke alam liar.

Perangkat eksperimental, yang juga akan meliputi pelacakan GPS dan perangkat untuk mengukur ketinggian. Alat ini akan melekat pada sebanyak tiga monyet di hutan Minami Soma. Hewan ini diharapkan untuk memakai alat tersebut selama sekitar satu bulan. Ini kemudian akan dilepas oleh para peneliti menggunakan teknologi remote control dan dikumpulkan, sehingga data dapat dianalisis.

Takahashi mengatakan percobaan tersebut akan membantu para peneliti memahami bagaimana radiasi di hutan dapat mempengaruhi manusia, serta hewan liar.

"Kami ingin tahu berapa banyak dampak radiasi terhadap alam, seperti hutan, sungai, air bawah tanah dan laut," katanya, seperti dikutip Kamis (15/12/2011).

"Kami akan menggambar peta untuk menampilkan gerakan radioaktivitas."

Dia mengatakan akan memberikan perhatian khusus kepada hewan-hewan liar yang berpotensi terkena dampak krisis nuklir yang diikuti gempa bumi dahsyat dan tsunami yang melanda pantai timur laut Jepang dan reaktor nuklir yang rusak di pabrik Daiichi Fukushima.

Sementara para ilmuwan telah memantau tingkat radiasi dari udara, penggunaan monyet sebagai 'asisten' akan memberi mereka gambaran yang lebih jelas kondisi di lapangan.

Proyek ini merupakan gagasan dokter hewan Toshio Mizoguchi, dari Pusat Rehabilitasi Satwa Liar Fukushima, yang ingin menemukan cara untuk memantau efek radiasi pada hewan liar di daerah Fukushima. (dgs)
Read more...

Bola dari Luar Angkasa Jatuh di Namibia

| | 0 komentar

detail berita

NAMIBIA - Baru-baru ini sebuah bola logam besar jatuh dari langit, dan ditemukan di padang rumput terpencil di Namibia. Pemerintah setempat yang bingung dengan penemuan ini, menghubungi NASA dan badan antariksa Eropa.

Bola berongga dengan keliling 1,1 meter (43 inci) tersebut, ditemukan di dekat sebuah desa di bagian utara Namibia, sekira 750 kilometer (480 mil) dari ibukota Windhoek.

Direktur Forensik Kepolisian Nambia, Paul Ludik, mengatakan bahwa warga telah mendengar beberapa ledakan kecil beberapa hari sebelumnya. Bola berdiameter 35 cm (14 inci) ini memiliki permukaan kasar dan tampaknya terdiri dari dua bagian yang di-las menjadi  satu.

Menurut Ludik, bola tersebut terbuat dari paduan logam yang dikenal manusia, dan memiliki berat sekira 6 kilogram (13 pon). Ditemukan 18 meter dari tempat pendaratan, di sebuah lubang sedalam 33 sentimeter dan lebar 3,8 meter.

Dalam 20 tahun terakhir, beberapa bola serupa dikabarkan telah jatuh di Afrika Selatan, Australia dan Amerika Latin. Demikian dilansir Physorg, (26/12/2011).

Police Deputy Inspector General Vilho Hifindaka menyimpulkan bola tidak menimbulkan bahaya apapun. "Ini bukan bahan peledak, tetapi memiliki rongga. Kami harus menyelidiki semua ini dulu," katanya. (dgs)
Read more...

Botol Plastik Bisa Dijadikan Lampu Tenaga Surya

| | 0 komentar

detail berita

MANILA - Sekitar 25.000 rumah keluarga berpenghasilan rendah, di Filipina, telah menyala setelah diterapkannya rancangan bola lampu tenaga surya, yang terbuat dari botol plastik.

Sebuah yayasan bernama My Shelter Foundation, sekira 6 bulan lalu meluncurkan proyek The Liter of Light. Organisasi non pemerintah yang bermaskas di Filipina ini, menargetkan untuk dapat menyediakan cahaya untuk 1 juta rumah, yang masih belum memiliki listrik, serta untuk mereka yang dalam ambang pemutusan listrik.

Diwartakan The Guardian, Senin (26/12/2011), rancangan ini menggunakan botol plastik yang diisi larutan air yang telah diberi pemutih, lalu dimasukkan ke lubang di atap besi rumah-rumah di kota kumuh tersebut. Kemudian,  botol tersebut akan memantulkan cahaya matahari setara 55 watt, ke dalam ruangan. yang kemudian dibiaskan setara dengan 55W sinar matahari ke dalam ruangan. Selama siang hari, setidaknya. Dibutuhkan lima menit untuk membuat, dengan peralatan seperti palu, paku, lempengan logam, amplas dan epoksi.

"Sebelum kita memiliki lampu botol, jalan setapak ke rumah kami begitu gelap dan masuk ke dalam hanya membuatnya lebih gelap. Anak-anak tidak lagi takut - mereka bahagia. sekarang dan mereka tertawa karena mereka dapat bermain di siang hari bukannya bermain di jalanan," ujar Eduardo Carillo, seorang warga di salah satu daerah Metro Manila.

Ide untuk menggunakan botol plastik sebagai sumber cahaya bukan hal baru, ide tersebut sebelumnya telah dikembangkan Alfredo Moser, di Brazil, pada 2002. Tetapi dengan bantuan sekelompok mahasiswa MIT, bola lampu tenaga matahari yang digunakan di Filipina telah dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan lokal.

"Tantangannya adalah bagaimana negara berkembang menciptakan caranya sendiri, untuk membatasi emisi karbon. Karena kami tidak mampu untuk mengimpor solusi yang sudah dipatenkan atau diproduksi oleh negara maju dan tidak bisa menunggu sampai harganya jadi lebih terjangkau," terang Ilac Diaz dari My Shelter Foundation sekaligus seorang social enterpreuner. (dgs)
Read more...

Nyamuk Mendinginkan Tubuhnya dengan Urin?

| | 0 komentar

detail berita

NEW YORK - Umumnya, serangga penghisap darah makan sambil mengeluarkan urin. Perilaku ini merupakan upaya agar mereka tidak menghisap terlalu banyak cairan dan mendapat lebih banyak nutrisi dari makanannya.

Namun beberapa spesies nyamuk mengeluarkan sesuatu yang disebut "pre-urin". Mereka mengeluarkan darah yang baru saja dihisapnya, tanpa mengambil sari-sari nutrisi yang dikandung sel darah tersebut.

Dilansir Nytimes, Senin (26/12/2011), perilaku seperti ini membuat banyak ilmuwan bingung, karena darah merupakan sumber nutrisi yang sangat berharga.

"Darah adalah sumber daya yang sangat berharga. Menghisapnya memiliki risiko yang sangat besar," kata Claudio R. Lazzari, seorang entomologis (ahli serangga) dari Francois Rabelais University di Perancis.

Penelitian terbaru yang dilakukan Lazzari dan rekan-rekannya, dipublikasikan dalam jurnal Current Biology, menunjukkan bahwa pre-urin nampaknya merupakan cara nyamuk untuk mencegah kelebihan panas, ketika mereka menghisap darah. Sedangkan suhu darah sendiri mencapai  104 derajat Farenheit (40 derajat Celcius), bergantung  pada pemilik darah tersebut.

Hitungan kasarnya, 1 sampai 2  menit setelah seekor nyamuk Anopheles stensi mulai menghisap darah, dia akan mengeluarkan urin atau pre-urin lewat anus. Kadang, tetes cairan tersebut akan menggelantung pada tubuh nyamuk, sebelum akhirnya terjatuh. Saat  hal ini terjadi, beberapa bagian dari  cairan  itu akan menguap seperti keringat, dan mendinginkan perut nyamuk sampai sekira 4 derajat.

Nyamuk juga memakan nektar (sari bunga yang mengandung gula), namun mereka cenderung tidak mengeluarkan cairan pre-urin saat memakan makanan bersuhu lebih rendah dan terbentuk dari gula. (dgs)
Read more...

Selasa, 29 Mei 2012

Sensasi Tidur Mewah di Hotel Mobil Antik

Diposting oleh Irmala Sita di 13.38 0 komentar
detail berita

STUTTGART - Anda penggemar berat otomotif dan dunia balap? Atau Anda menyukai segala jenis mobil-mobil kuno? Jika iya maka mungkin suatu saat nanti Anda patut mengunjungi dan menginap di salah satu hotel unik yang berada di Stuttgart, Jerman ini.

V8 Hotel adalah surga bagi Anda yang amat mencintai dunia otomotif, terlebih bagi pecinta mobil-mobil antik. Hotel ini juga sangat pas untuk Anda yang ingin merasakan bagaimana rasanya tinggal dan tidur di arena balap.

Tidak hanya itu saja, pemilik V8 Hotel juga mendesain interior hotelnya dengan totalitas tinggi, mulai dari mural (lukisan dinding) di dinding untuk Anda yang bermimpi berada di arena balap sampai tempat tidur dan aksesorisnya yang dibuat dari mobil-mobil antik asli dari merek-merek terkenal Jerman, seperti Morris Minor hingga Mercedes. Seperti yang dikutip dari laman The Telegraph, Rabu (11/1/2012).

V8 Hotel dibangun di area bekas bandara Boblingan Airport, Jerman. Memiliki total 34 suite mewah, dengan luas masing-masing sekitar 120 meter persegi, serta  dilengkapi sauna dan serambi cantik dengan sajian pemandangan bandara tua. Tarif per malam yang dipatok hotel tersebut sebesar 312 poundsterling atau sekira Rp4,4 juta (Rp14.186,23 per 1 pounds).

Lokasi hotel ini pun sangat strategis, karena berada di dekat German International Centre of Automakers, pusat pembuatan mobil-mobil mewah hasil racikan tangan-tangan mekanik Jerman. Tentu saja, ini menjadi nilai tambah yang membuat hotel ini sangat laris dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara setiap harinya, bahkan selebriti dunia sekalipun. (dgs)

Kenapa Manusia dan Serangga Berkompetisi?

Diposting oleh Irmala Sita di 13.36 0 komentar
Image: corbis.com

BANDUNG - Serangga bagi manusia umumnya merupakan organisme yang merugikan. Keberadaan serangga dianggap sebagai ancaman bagi kehidupan manusia. Serangga pun disebut hama yang harus dibasmi.

Pakar serangga (entomologist) Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Intan Ahmad mengatakan, hama adalah penamaan yang diberikan manusia dan tidak mempunyai kebenaran ekologis. Penamaan hama pada serangga dipicu karena sudah lama terjadi kompetisi antara manusia dan serangga.

“Karena ada kompetisi dengan manusia, jadi serangga dinyatakan sebagai hama oleh manusia,” kata Intan Ahmad, dalam Pidato Ilmiah Guru Besar ITB, di Bandung, baru-baru ini.

Padahal, sambungnya, para entomologist sepakat dari sekira satu juta spesies serangga yang sudah dikenal, hanya sekira dua persen yang masuk kategori hama. Serangga dianggap sebagai hama bila keberadaannya mengganggu manusia, dari berbagai segi, mulai ekonomi, kesehatan, estetika, kenyamanan, dan sebagainya.

Satu atau sekelompok serangga dapat dikatakan hama pada keadaan dan waktu tertentu; tetapi pada keadaan dan waktu yang lain dapat dikatakan sebagai serangga berguna. Contohnya rayap berguna bila melakukan fungsi ekologisnya sebagai pengurai selulosa di hutan. Tetapi rayap jadi amat merugikan karena merusak struktur bangunan pemukiman manusia yang terbuat dari kayu.

Namun, Intan tidak menemukan data pasti kapan manusia mulai berkompetisi dengan serangga. Tetapi yang jelas, manusia dan serangga berkompetisi karena didorong misi yang sama, yaitu untuk survive and reproduce. Meski begitu, kompetisi manusia versus serangga dapat dilihat dari sudut pandang evolusi.

Serangga diperkirakan telah muncul kurang lebih 400 juta tahun lalu. Serangga merupakan salah satu produk evolusi biosfera yang sudah berlangsung sejak lebih dari 4,6 miliar tahun lalu. Sebagai perbandingan, mamalia muncul pada 230 juta tahun lalu. Saat itulah, awalnya serangga hanya berinteraksi dengan tumbuhan, lalu berinteraksi dengan hewan dan mampu memanfaatkan sumber daya hewan.

Lalu sekira 1,8 juta tahun lalu, muncul manusia modern. Sejak itulah serangga mulai berinteraksi dengan manusia, bahkan berkompetisi.

“Jadi, dalam kurun waktu ratusan juta tahun, serangga tidak berinteraksi dengan manusia. Karena manusia modern seperti kita baru muncul di permukaan bumi sekira 1,8 juta tahun lalu,” tambah Guru Besar yang juga Ketua Senat Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB itu.

Sebagai organisme yang lebih dulu hidup daripada manusia, serangga dilengkapi dengan kemampuan adaptasinya yang tinggi, serta ketahanannya terhadap berbagai tekanan lingkungan untuk survive. Hal itu membuat serangga dengan mudah memasuki semua sistem kehidupan, termasuk kehidupan manusia.

“Tetapi perspektif evolusi, manusialah yang memasuki dunia serangga karena muncul di bumi ini lebih akhir,” ungkapnya.

Ketua Perhimpunan Entomologi Indonesia Cabang Bandung ini mengungkapkan, serangga ada di mana-mana. Dari semua hewan yang ada di bumi ini, lebih dari 60 persennya adalah kelompok serangga atau hewan berkaki enam.

Sampai saat ini lebih dari sejuta spesies serangga sudah dikenal. Para peneliti memperkirakan, jumlah spesies serangga berkisar antara 5 hingga 10 juta. Sebagai organisme yang paling banyak di bumi, serangga bisa ditemukan di mana saja, bahkan di Antartika, mata air panas di Amerika, dalam berbagai sumur minyak, hingga di dalam usus kuda. “Satu tempat yang tidak ditemukan adanya serangga adalah di dalam air laut,” katanya.

Mengingat jumlahnya yang banyak dan ada di mana-mana, serangga sebenarnya berperan penting bagi ekosistem di bumi ini termasuk bagi manusia. Misalnya, serangga berperan terhadap penyuburan tanah, siklus nutrisi, propagasi tanaman, polinasi dan penyebaran tanaman, termasuk menjaga struktur komunitas hewan melalui rantai dan jaring makanan.

Keberadaan satu spesies serangga berdampak terhadap keberadaan dan kompleksitas organisme lainnya. Bahkan beberapa serangga dinyatakan sebagai “keystone species”, misalnya peran rayap sebagai dekomposer, ataupun serangga yang hidup dalam ekosiste akuatik yang berperan dalam siklus nutrisi untuk kehidupan organisme di dalam air.

Contohnya, sebut Intan, bila jentik nyamuk tidak ditemukan di dalam suatu ekosistem perairan, ratusan ikan harus mengubah cara makan mereka agar dapat tetap bertahan hidup. Sedangkan prilaku makan ikan telah tercetak secara genetis, sehingga hilangnya jentik nyamuk akan mengakibatkan matinya ikan. Maka hilangnya jentik nyamuk mengganggu jaring dan rantai makanan.

Serangga adalah organisme yang membentuk penyerbukan bagi hampir 80 persen tumbuhan berbunga yang ada di bumi. Selanjutnya, tumbuhan tersebut akan dimakan hewan yang ujung-ujungnya hewan itu dimakan manusia. “Bagi manusia, sebagian makanan yang kita makan sekira 50 persennya tergantung kepada serangga. Ini yang tanpa kita sadari,” ujarnya.

Sehingga, tegas Intan, tantangan ilmuwan adalah bagaimana menjelaskan peran utama serangga dalam ekosistem. “Juga penting dijelaskan bahwa keberadaan serangga merupakan kepentingan kita juga,” ujarnya. (dgs)

Peneliti Temukan Pulau yang Tenggelam

Diposting oleh Irmala Sita di 13.35 0 komentar
detail berita

PERTH - Peneliti telah menemukan dua pulau besar yang tenggelam di samudra Hindia, sebelah barat Perth. Pulau tersebut dulunya berada di atas permukaan laut, dan membentuk bagian terakhir dari jalur yang menghubungkan India dan Australia.

Para peneliti dari University of Sidney, Macquaire University, dan University of Tasmania menemukan pulau tersebut ketika melakukan pemetaan dasar laut Perth Abyssal Plain.

"Data yang terkumpul selama penjelajahan bisa mengubah pemahaman kita tentang bagaimana India, Australia dan Antartika terpisah dari Gondwana," kata Dr. Joanne Whittaker, ahli geologi dari University of Sydney.

"Kami berharap melihat batuan laut seperti basalt saat mengeruknya, mengejutkan sekali ketika yang kami temukan berupa batuan benua seperti granit, gneiss, dan batu apung yang mengandung fosil," tambah Dr. Simon Williams, pimpinan ekspedisi dari University of Sidney.

Seperti dilansir melalui Perthnow, Selasa (15/11/2011), pulau tersebut disebut sebagai 'micro-continents', dan terbentuk ketika India mulai menjauh dari Australia kurang lebih 130 juta tahun yang lalu pada periode Cretaceous. Kemudian pulau itu terdampar ribuan kilometer dari pantai seiring dengan padatan tanah yang makin terpisah.

"Analisis mendetail terhadap batuan yang dikeruk dari pulau tersebut akan memberi kita jalan untuk mengetahui usia, dan bagaimana pulau tersebut pernah jadi bagian Gondwana," kata para peneliti itu.

Dr Whittaker menambahkan, "Pulau yang kami temukan itu memiliki permukaan yang datar. Ini mengindikasikan bahwa sebelumnya pulau itu berada di atas permukaan laut, yang kemudian pelan-pelan mulai tenggelam." (dgs)

1 dari 12 Remaja Punya Kecenderungan Sakiti Diri Sendiri

Diposting oleh Irmala Sita di 13.34 0 komentar
detail berita

NEW YORK - Setidaknya 1 dari 12 orang pemuda diduga sengaja menyakiti dirinya sendiri semasa remajanya. Kecenderungan perilaku ini sekitar 60 persen lebih nampak pada wanita dibandingkan pria.

Sementara itu, pria dengan kecenderungan perilaku serupa biasanya menempatkan diri  mereka pada tindakan yang beresiko serius seperti menantang kereta api atau berlari di depan mobil yang melintas.

Seperti dilansir melalui TheTelegraph, Kamis (17/11/2011), menyakiti diri sendiri merupakan salah satu indikator kemungkinan terjadinya bunuh diri. Remaja yang pernah masuk rumah sakit akibat menyakiti dirinya 100 kali lebih rentan terhadap tindakan bunuh diri jika dibandingkan kebanyakan orang.

Peneliti juga menemukan bahwa kebanyakan remaja yang menyakiti dirinya, mengiris, membakar, atau hal semacamnya yang menimbulkan luka serius memulai tindakan itu pada usia 14 atau 15 tahun. Namun pada usia 20 tahun, dengan perbandingan sejumlah 9 dari 10 orang, mereka menghentikan perilaku itu.

"Penelitian ini tidak mengukur apakah partisipan mengalami intervensi (dalam tindakannya), tapi belum ada bukti kuat adanya perawatan tertentu untuk mencegah tindakan seperti ini," kata Dr Paul Moran dari King's College London.

Sementara itu, Prof George Patton dari University of Melbourne, Australia, berpendapat bahwa perubahan hormon pada masa transisi remaja menuju dewasa berperan dalam menyebabkan perilaku tersebut.

"Ada kecenderungan bahwa perubahan ini adalah tanda meningkatnya kerumitan emosi yang banyak terjadi pada remaja, terutama remaja putri. Tapi kemudian ada kesenjangan besar, sebelum struktur yang terlibat dalam pengaturan emosi itu sepenuhnya matang," tambahnya. (dgs)

Mengapa Setelah Makan Mengantuk?

Diposting oleh Irmala Sita di 13.34 0 komentar
detail berita

CAMBRIDGE - Merasa ngantuk setelah selesai makan? Saat ini para peneliti telah menemukan penyebab kantuk tersebut. Terjaga dan pengeluaran energi ternyata bergantung pada sel orexin.

Sel inilah yang bertanggung jawab terhadap rasa kantuk juga bekerja membakar kalori. Sel orexin mengeluarkan sebuah stimulan yang disebut orexin/hypocretin di dalam otak. Para peneliti menemukan bahwa asam amino, yaitu nutrisi yang terkandung dalam putih telur, lebih sanggup untuk merangsang syaraf orexin dibandingkan dengan nutrisi lain.

Seperti dilansir melalui Medicalxpress, Jumat (17/11/2011), Dr Denis Burdakov dari Department of Pharmacology and Institute of Metabolic Science meengatakan, "Pola tidur, kesehatan, dan berat tubuh saling berhubungan. Kerja bergilir, seperti juga diet yang kurang tepat dapat menyebabkan obesitas."

"Impuls elektrik yang dikeluarkan sel orexin merangsang seseorang untuk terjaga dan memerintah tubuh untuk membakar kalori. Kami masih bertanya-tanya apakah nutrisi diet mengubah impuls-impuls tersebut," tambahnya.

Mereka menemukan bahwa asam amino merangsang sel orexin. Sebelumnya, penelitian mereka telah menemukan bahwa glukosa menghalangi kerja orexin (ini yang menyebabkan seseorang mengantuk setelah makan), lalu peneliti memperhatikan interaksi antara gula dan protein. Mereka pun menemukan bahwa asam amino menghentikan pemblokiran yang dilakukan glukosa terhadap sel orexin.

"Hal yang menarik adalah memiliki cara rasional untuk mengatur aktivasi sel otak dengan memilih makanan yang ingin dimakan," kata Dr Burdakov.

"Tidak semua sel otak dapat diatur dengan nutrisi, komposisi diet akan sangat menentukan," imbuhnya. (dgs)

Ditemukan Anggrek yang Hanya Mekar Saat Malam

Diposting oleh Irmala Sita di 13.33 0 komentar
detail berita

NEW BRITAIN - Biasanya bunga akan mekar di pagi atau sore hari. Bunga anggrek yang satu ini berbeda, dia mekar justru pada malam hari.

Bunga bernama latin bulbophyllum nocturnum adalah anggrek pertama yang mekar setelah matahari terbenam dan pada dini hari. Bunga nokturnal seperti ini hanya terdapat pada sejumlah kecil spesies tanaman, diantaranya kaktus queen of the night, pokok bonglai atau midnight horror tree, dan jenis melati yang mekar di malam hari.

Dilansir melalui TheTelegraph, Selasa (22/11/2011), para ahli tanaman mengatakan, diantara 25.000 spesies anggrek yang telah diketahui, belum pernah ada jenis anggrek nokturnal. Kebanyakan anggrek melakukan penyerbukan dengan bantuan ngengat, terutama pada malam hari. Meskipun begitu, bunganya mekar dan tetap terbuka pada siang hari.

Bunga anggrek yang hanya mekar untuk satu malam ini ditemukan di pulau New Britain, sebelah timur laut Papua New Guinea, oleh Ed de Vogel, seorang ahli anggrek dari Belanda.

Ed de Vogel bersama dengan Andre Shuiteman, ahli anggrek dari Royal Botanic Garden, Kew, membentuk sebuah tim untuk meneliti spesies baru tersebut.

"Karena dari begitu banyak spesies anggrek yang telah ditemukan, tidak pernah diketahui sebelumnya ada anggrek yang melakukan penyerbukan pada malam hari. Ini tidak terduga sebelumnya," kata Schuiteman.

"Ini mengingatkan kita akan adanya penemuan mengejutkan yang masih bisa dibuat. Tapi, menemukan spesies yang hanya terdapat di hutan tropis purba seperti ini, sama dengan berlomba melawan waktu," jelas Schuiteman.

Dia menambahkan, "Seperti yang kita semua ketahui, hutan sejenis itu cepat menghilang. Sementara itu, untuk membuat penemuan seperti itu, dana kerja lapangan adalah sesuatu yang sangat penting." (dgs)

Mimpi Mampu Atasi Trauma

Diposting oleh Irmala Sita di 13.32 0 komentar
detail berita

CALIFORNIA - Sebuah penelitian baru mengungkapkan tidur dan bermimpi dapat membantu menghilangkan kenangan yang menyakitkan, setidaknya bisa bertahan dan menangani kenangan buruk tersebut.

Peneliti dari University of California di Berkeley (UCB) menegaskan mimpi adalah sebuah perangkat otak manusia yang bisa digunakan untuk menangani masalah atau kenangan buruk menjadi lebih mudah dan bisa ditangani dengan baik. Proses ini terjadi selama Rapid Eye Novement (REM) yakni tahap tidur normal yang ditandai oleh gerakan mata secara acak saat bermimpi.

Seperti dikutip Softpedia, Jumat (25/11/2011), hal penting yang terjadi selama proses itu adalah pengolahan emosi dan pengalaman yang terjadi sepanjang hari. Ini meliputi kenangan yang sulit dilupakan. Meskipun kenangan-kenangan ini tidak terhapus secara mutlak, namun setidaknya mulai berkurang dan merasa lebih tenang ketika seseorang bangun dari tidurnya.

Menurut para ahli, selama proses REM berlangsung dan bermimpi, secara kimia respon terhadap pikiran yang membuat stres dimatikan untuk sementara waktu. Ketika ini terjadi, mekanisme yang berbeda akan mengambil alih dan dapat mengatasi pengalaman negatif.

Peneliti menemukan dua perspektif utama dari hasil penelitian ini, pertama memberikan wawasan baru pada kondisi gangguang stres pasca trauma dan kedua digunakan untuk mencari tahu mengakapa seseorang selalu bermimpi. Hasil ini telah dipublikasikan Jurnal Current Biology edisi 23 November, oleh Matthew Walker, prfesor psikologi dan neurologi UCB.

"Tahap bermimpi ketika tidur, berdasarkan komposisi neurokimia yang unik harus memberikan kita sebuah terapi dalam waktu semalam. Ini seperti menggunakan penenang yang ditujukan untuk menghilangkan kenangan buruk dari pengalaman emosional di hari sebelumnya," jelas peneliti.

Mungkin dalam kasus penderita gangguan stres pasca trauma, cara yang telah dijabarkan di atas dapat membantu mereka untuk menghilangkan kenangan buruknya dan memulihkan keadaan mereka menjadi normal kembali. (dgs)

Ilmuwan Ungkap Rahasia Regenerasi Sirip Ikan Zebra

Diposting oleh Irmala Sita di 13.31 0 komentar
detail berita

LONDON - Ilmuwan akhirnya berhasil mengungkapkan rahasia regenerasi dari anggota tubuh hewan yang rusak, setelah melakukan penelitian selama tiga dekade. Semua itu dipengaruhi asam retinoat yang sama dengan kandungan vitamin A.

Tim peneliti dari University of Konstanz di Jerman Selatan mengklaim telah berhasil memecahkan teka-teki dalam mempelajari regenerasi anggota tubuh dari ikan zebra. Semua itu dipengaruhi oleh asam retinoat yang membuat ikan air tawar tropis tersebut bisa memproduksi kembali siripnya, bahkan juga menguatkan otot jantung. Peneliti mengatakan asam retinoat merupakan elemen penting dari regenarisi ini.

"Ini merupakan keberhasilan besar bagi kami. Sampai sekarang, belum ada seorang pun yang bisa melihat dengan jelas apa fungsi sebenarnya dari asam ini," ungkap Gerrit Begemann, peneliti utama Konstanz, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (29/11/2011).

Sebelum proses regenarasi berlangsung, sirip ikan zebra yang luka ditutup dengan beberapa lapisan jaringan. Sel-sel di bawah permukaan kulit mengalami pembentukan sel baru yang disebut protoplasma.

Menurut peneliti, pembentukan protoplasma pada ikan zebra memperlihatkan bahwa hewan tersebut mampu menghasilkan persediaan sel sendiri yang dapat digunakan untuk memproduksi sirip baru. Asam retinoat yang diproduksi oleh hewan hampir sama dengan kandungan vitamin A yang sering dikonsumsi manusia.

Beberapa penelitian sebelumnya ada yang membuktikan, wanita hamil yang tidak meminum vitamin A berakibat pada keterbelakangan mental janinnya kelak. Ini jelas sebuah regenerasi dengan skema yang hampir mirip.

"Saya berharap bisa menggunakan kandungan asam retinoat untuk beberapa aplikasi media. Masalahnya manusa tidak bisa memproduksi jaringan. Pada akhirnya ini menjawab apa rasa ingin tahu kami menganai mengapa suatu hal terjadi," simpulnya. (dgs)

Sinyal WiFi Bisa Jadi Penyebab Kemandulan

Diposting oleh Irmala Sita di 13.30 0 komentar
detail berita

BUENOS AIRES - Penelitian ilmiah baru-baru ini berspekulasi bahwa laptop yang terhubung secara nirkabel ke internet, dan diletakkan di paha dekat dengan testis dapat menurunkan tingkat kesuburan pria.

Avendano, Mata, Sanchez Sarmiento, dan Doncel, adalah empat ilmuwan Argentina yang melakukan penelitian tersebut dengan menempatkan sperma sehat di bawah laptop yang terkoneksi pada WiFi.

Setelah empat jam, sperma yang terpapar sinyal Wi-Fi tersebut menunjukkan penurunan signifikan dalam kemampuan sperma bergerak maju, juga peningkatan fragmentasi DNA. Kondisi tersebut sangat berbeda bila dibandingkan dengan sperma sehat yang disimpan pada waktu dan suhu sama, namun jauh dari komputer.

Dilansir melalui InternationalBusinessTimes, Rabu (30/11/2011), keadaan tersebut mengindikasikan sperma terpapar WiFi, akan mengalami [enurunan kemampuan gerak menuju sebuah sel telur, dan jika mampu membuahi pun, sperma tersebut hanya memiliki sedikit DNA pria.

Sementara itu, sebuah tes terpisah menunjukkan bahwa menempatkan sperma di dekat komputer (tanpa WiFi) tidak menyebabkan kerusakan yang sama. (dgs)

Kura-kura Saling Berkomunikasi Sebelum Menetas

Diposting oleh Irmala Sita di 13.30 0 komentar
detail berita

CANBERRA - Para ilmuwan percaya bahwa bayi kura-kura dapat berkomunikasi satu sama lain sebelum mereka menetas dan dapat mengatur untuk muncul dari telur mereka pada waktu yang sama.

Sebuah studi dari Australia Murray, kura-kura berleher pendek, menemukan embrio mencocokkan penetasan mereka untuk mencegah kura-kura kecil muncul sendirian dan di serang predator seperti rubah.

Hal ini diyakini pada kura-kura yang belum menetas, terletak tertutup dalam sarang mungkin bisa merasakan getaran jantung masing-masing atau mendeteksi gas yang dipancarkan dari napas.

"Saya cukup yakin mereka tidak duduk bersama mengobrol satu sama lain, tapi tidak ada yang benar-benar tahu," ujar Dr Ricky Spencer, salah satu penulis studi terbaru, seperti dikutip Telegraph, Jumat (2/11/11).

Para peneliti dari University of Western Study mengatakan posisi embrio dibawah sarang, dimana suhu lebih rendah sehingga memiliki mekanisme 'catch-up' yang memungkinkan mereka mengatasai masa inkubasi mereka yang lama. Namun, sifat yang tepat dari mekanisme tetap tidak diketahuai.

"Mereka  mungkin mengisyaratkannya di detak jantung," kata Spencer pada ABC Radio.

Dia melanjutkan, "Mereka semua menyentuh satu sama lain dalam sarang, sehingga mungkin ada getaran di sana. Sebuah lingkungan sarang dengan banyak rongga tertutup, di mana pertukaran gas mungkin menjadi isyarat ketika mereka bernafas."

Para peneliti mempelajari kura-kura dengan membagi kopling telur menjadi dua dan inkubasi mereka pada suhu yang berbeda. Mereka kemudian menyatukan telur setelah seminggu dan menganalisis tingat jantung embrio dan tingkat metabolisme.

Selama sepertiga terakhir dari periode inkubasi, embrio yang lebih dingin mempercepat detak jantung dan metabolisme serta menetas dalam beberapa hari dari yang lebih hangat.

"Mereka meningkatkan perkembangan pada dasarnya secara independen terhadap suhu dan memungkinkan mereka untuk menetas lebih awal." tandas Spencer. (dgs)

Peneliti Jepang Ciptakan Kepiting Tembus Pandang

Diposting oleh Irmala Sita di 13.29 0 komentar
detail berita

KYOTO - Sekelompok peneliti dari Kyoto University, Jepang, berhasil mengubah seekor kepiting normal jadi kepiting tembus pandang. Pengubahan tersebut dilakukan melalui proses kimia, dengan memanfaatkan sifat khas chitin, yaitu salah satu bahan pembentuk cangkang kepiting.

Tujuan penelitian ini adalah menemukan bahan baru untuk membuat layar fleksibel, yang bisa digunakan pada perangkat elektronik atau solar cell. Setelah membuat cangkang kepiting tersebut tembus pandang, para peneliti menerapkan teknik serupa pada bahan yang terbuat dari hancuran chitin dan akrilik yagn digepengkan, untuk membuat sejenis kertas transparan.

Keunggulan chitin adalah bahan tersebut tidak mengembang saat dipanaskan. Sifat ini menjadikannya bahan yang sangat berguna ketika membuar layar jenis datar atau fleksibel, untuk digunakan televisi, komputer, atau pada solar cell yang dicetak sesuai permukaan tanah.

Dilansir melalui Physorg, Jumat (2/12/2011), bahan serupa kertas yang dibuat para peneliti tersebut memiliki ketahanan panas 10 kali lipat dari bahan fiber glass tradisional, yang juga memiliki kemampuan transmisi cahaya lebih tinggi.

Akan sangat menguntungkan jika penemuan bahan ini ternyata merupakan terobosan baru bagi sains elektronik, apalagi ketersediaan bahan ini di alam cukup melimpah. Bahan ini bukan hanya memonopoli kepiting, tapi ada pada hampir semua crustace, juga serangga dan arachnida pada umumnya. Bahan ini bahkan dapat ditemukan pada dinding sel jamur. (dgs)

Kodok Bisa Prediksi Gempa Bumi

Diposting oleh Irmala Sita di 13.28 0 komentar
detail berita

CALIFORNIA - Sebuah studi menyatakan, hewan dapat digunakan untuk memprediksi gempa bumi, karena spesies tertentu bisa merasakan perubahan kimia dalam air tanah sebelum aktivitas seismic.

Para ahli mulai menyelidiki teori tersebut setelah sekoloni kodok diamati meninggalkan kolam di L'Aquila, Italia pada 2009, beberapa hari sebelum terjadi bencana gempa bumi.

Hewan yang hidup di tanah atau sekitarnya, seperti kodok sangat sensitif terhadap perubahan dan kemungkinan melihat tanda-tanda akan terjadi gempa.

Para peneliti, dipimpin oleh Friedemann Freund dari NASA dan Rachel Grant dari Open University, UK berharap penemuan mereka akan menginsprasi ahli biologi dan geologi untuk bekerja sama dalam memperbaii prediksi gempa.

Meskipun ini bukan contoh pertama dari kegiatan hewan yang tidak biasa diamati sebelum gempa, kasus kodok L'Aquilla tersebut berbeda sehingga mereka dipelajari secara rinci. Grant, seorang ahli biologi memantau koloni kodok tersebut sebagai bagian dari proyek PhD-nya, beberapa hari sebelum bencana gempa di Italia.

"Sangat dramatis, 96 kodok pergi dan hampir tidak ada selama 3 hari. Setelah kejadian itu saya dihubungi NASA," ujarnya kepada BBC, seperti dilansir Telegraph, Jumat (2/12/11).

Para ilmuwan di badan antariksa AS telah mempelajari perubahan-perubahan kimia yang terjadi ketika batu diletakkan di bawah tekanan ekstrim dan mempertanyakan apakah mereka terkait dengan keberangkatan kodok.

Tes di laboratorium sejak awal menyatakan bahwa perubahan dalam kerak bumi, dapat secara langsung mempengaruhi kimia dalam kolam tempat kodok itu hidup dan berkembang biak.

Rantai kimia dari peristiwa dapat mempengaruhi bahan organik yang terlarut dalam air kolam, sehingga mengubah bahan organik menjadi zat berbahaya yang beracun untuk hewan air.

Grand mengatakan, "Ketika Anda memikirkan banyak hal yang terjadi pada batu-batu, akan menjadi aneh kalau hewan tidak terpengaruh."

"Setelah kita memahami bagaimana semua sinyal ini terhubung, lalu kita melihat 4 dari 5 sinyal menunjukkan arah yang sama maka kita bisa mengatakan 'oke', sesuatu akan terjadi," jelas Grant.

Temuan tim ini diterbitkan di International Journal of Environtmental Research and Public Helath. (dgs)

Ozon Bisa Digunakan Memprediksi Gempa Bumi

Diposting oleh Irmala Sita di 13.27 0 komentar
detail berita

VIRGINIA - Para peneliti di seluruh dunia sedang mencari cara yang dapat diandalkan untuk memprediksi gempa bumi. Salah satu cara baru yang sedang diteliti akhir-akhir ini adalah prediksi gempa lewat ozon.

Ozon adalah gas alam, sebuah produk sampingan dari pelepasan muatan listrik ke udara, seperti petir, atau batu yang pecah karena tekanan. Sementara itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Physics Letters, menunjukkan bahwa gas ozon yang dipancarkan dari rekahan batu ternyata dapat digunakan sebagai indikator perkiraan gempa bumi.

Para ilmuwan di laboratorium dari Raul A. Baragiola, seorang profesor fisika teknik di University of Virginia School of Engineering and Applied Science, melakukan eksperimen untuk mengukur ozon yang dihasilkan dengan menghancurkan atau mengebor berbagai jenis batuan beku dan metamorf, termasuk granit, basal, gneiss, riolit dan kuarsa. Batuan yang berbeda menghasilkan ozon dalam jumlah yang berbeda, diantaranya, batuan riolit menghasilkan emisi ozon terkuat.

Dilansir melalui UVatoday, Selasa (6/12/2011), beberapa waktu sebelum gempa bumi, tekanan mulai terkumpul dalam retakan-retakan di bawah tanah. Tekanan tersebut membuat retak batuan, dan diasumsikan akan menghasilkan ozon yang dapat dideteksi.

Untuk membedakan apakah ozon itu berasal dari batu atau dari reaksi di atmosfer, para peneliti melakukan eksperimen pada oksigen murni, nitrogen, helium dan karbon dioksida.

Mereka menemukan hanya ozon yang dihasilkan oleh rekahan batulah yang mengandung atom oksigen, seperti udara, karbon dan molekul oksigen murni. Ini menunjukkan bahwa rekahan batu dapat dideteksi dengan mengukur ozon.

"Jika penelitian di masa depan dapat menunjukkan korelasi positif antara tingkat ozon tanah, di daerah retakan tanah dan gempa bumi, sebuah sistem detektor ozon yang saling berhubungan bisa mengawasi pola anomali, yang terjadi saat retakan batu melepaskan ozon dari bawah tanah dan retakan permukaan," katanya.

Dia menambahkan bahwa deteksi dari peningkatan ozon tanah juga mungkin berguna dalam mengantisipasi bencana di penggalian terowongan, tanah longsor dan tambang bawah tanah. (dgs)

Ilmuwan Temukan Bukti Air di Masa Lalu

Diposting oleh Irmala Sita di 13.27 0 komentar
detail berita

SAN FRANCISCO - Seorang penjelajah NASA menemukan tanda-tanda air yang berasal dari masa lalu di Mars. Ini setelah mereka menemukan bukti terkuat dari gypsum, mineral yang menyimpan air, terlihat menonjol dari sebuah batu kuno.

Penjelajah Rover dan kembarannya, Spirit, tiba di sisi berlawanan dari Mars pada Januari 2004. Selama bertahun-tahun, para penemu, dibantu oleh pesawat ruang angkasa yang mengorbit beberapa telah kembali tubuh meyakinkan bukti bahwa Mars tidak selalu dingin dan kering seperti saat ini.

Bukti yang paling meyakinkan ini diungkapkan pada konferensi American Geophysical Union di San Francisco, adalah batuan tipis di dalamnya dicampur gipsum dan menonjol dari batu kuno di sepanjang tepi kawah yang mempunyai luas 154km yang disebut Endeavour.

Gypsum, umumnya dikenal sebagai plester from Paris, biasanya terbentuk dari air yang mengalir melalui batuan. Demikian yang dilansir melalui Strait Times, Selasa (13/12/2011). (dgs)

Rahasia 'Raksasa Merah' Ungkap Fakta Aktivitas Matahari

Diposting oleh Irmala Sita di 13.26 0 komentar
detail berita

WASHINGTON - Sekelompok ilmuwan internasional telah meneliti rotasi sebuah bintang tua bernama 'Raksasa Merah'. Mereka menemukan kenyataan bahwa dari luar, Raksasa Merah terlihat berputar pelan, tapi bagian intinya berputar 10 kali lebih cepat dari bagian luarnya.

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang hal yang akan terjadi pada Matahari setelah 5 miliar tahun.

"Inti sebuah bintang menentukan bagaimana dia berkembang, dan pengetahuan mendalam tentang rotasi sebuah bintang membantu kita memahami hal yang dapat terjadi seiring makin tuanya Matahari kita," kata Profesor Tim Bedding dari School of Physycs di University of Sidney.

Para ilmuwan menggunakan teleskop Kepler milik NASA untuk mengamati proses penuaan Raksasa Merah dan mengungkap penemuan mereka mengenai perbedaan rotasi antara inti dan bagian terluar bintang tersebut.

Dilansir melalui MachineLikeUs, Rabu (14/12/2011), tim yang dipimpin oleh Paul Beck dari Leuven university di Belgium, mengalisa gelombang di dalam bintang, yang terlihat sebagai suatu variasi ritmik pada cahaya permukaan bintang itu. Rotasi bintang hanya sedikit mempengaruhi frekwensi gelombang sehingga membuat mereka harus menghabiskan waktu 2 tahun, untuk secara rutin mengambil data lewat teleskop Kepler.

"Raksasa Merah awalnya merupakan bintang serupa Matahari kita, namun seiring penuaannya, lapisan terluar bintang itu mengembang lebih dari 5 kali lipat ukuran normalnya, lalu mengalami pendinginan yang signifikan sehingga membuatnya terlihat merah," terang Dr Dennis Stello, dari School of Physics di University of Sidney.

"Hal yang sebaliknya terjadi pada bagian inti Raksasa Merah. seiring dengan kontraksi yang terjadi padanya, inti tersebut menjadi makin panas dan padat," tambahnya. (dgs)

Wow..Ada Planet Berlian di Galaksi Bima Sakti

Diposting oleh Irmala Sita di 13.26 0 komentar
detail berita

LONDON - Para wanita pasti senang mendengar berita ini, sebab sekelompok peneliti mengungkapkan bahwa mereka menemukan planet yang terbuat dari berlian di galaksi Bima Sakti. Planet yang dipenuhi berlian berkilau ini, sayangnya tidak bisa ditinggali oleh manusia.

Para peneliti yang berasal dari Ohio State University menemukan planet berlian tersebut di galaksi Bima Sakti, dengan letak 73 sampai 250 tahun cahaya. Kandungan mineral di berlian ini terdiri dari sampel besi, karbon dan oksigen yang kesemuanya ada di Bumi.

Menurut Wendy Panero, ketua kelompok penelitian ini mengatakan bahwa, dia dan rekan-rekannya mencapai kesimpulan bahwa kandungan besi, karbon dan oksigen di planet itu meniru kondisi di Bumi. Mereka menemukan juga tingginya karbon bercampur oksigen yang membentuk berlian.

Mereka pun membentuk model di komputer bagaimana mineral itu membentuk berlian. Apalagi menurutnya, 50 persen atom di planet ini akan berubah menjadi berlian. Karena berlian mampu menyalurkan panas dengan baik, namun berlian juga mampu membeku dengan cepat.

"Penelitian kami menemukan planet yang kaya karbon dapat membentuk dengan inti dan mantel, sama seperti Bumi lakukan. Namun, inti kemungkinan akan sangat kaya karbon seperti baja dan mantel juga akan didominasi oleh karbon, ini yang membentuk berlian," kata Panero, seperti yang dilansir Daily Mail, Kamis (15/12/2011).

Tapi berbeda dengan Bumi, kondisi seperti itu idak mungkin untuk mempertahankan kehidupan seperti yang kita kenal di planet yang kita tinggali. (dgs)

Ilmuwan Gunakan Monyet untuk Pantau Radiasi Nuklir

Diposting oleh Irmala Sita di 13.26 0 komentar
detail berita

TOKYO - Para ilmuwan di Jepang mengambil pendekatan baru untuk mengukur dampak radiasi dalam hutan yang dipengaruhi oleh krisis nuklir di Fukushima, mereka pun meminta bantuan dari monyet liar setempat.

Takayuki Takahashi, seorang profesor teknologi robot di Fukushima University, mengatakan kepada CNN, timnya sedang bekerja di sebuah tempat yang dilengkapi dengan dosimeter untuk mengukur tingkat radiasi yang dapat dipasang pada monyet sebelum mereka dilepaskan kembali ke alam liar.

Perangkat eksperimental, yang juga akan meliputi pelacakan GPS dan perangkat untuk mengukur ketinggian. Alat ini akan melekat pada sebanyak tiga monyet di hutan Minami Soma. Hewan ini diharapkan untuk memakai alat tersebut selama sekitar satu bulan. Ini kemudian akan dilepas oleh para peneliti menggunakan teknologi remote control dan dikumpulkan, sehingga data dapat dianalisis.

Takahashi mengatakan percobaan tersebut akan membantu para peneliti memahami bagaimana radiasi di hutan dapat mempengaruhi manusia, serta hewan liar.

"Kami ingin tahu berapa banyak dampak radiasi terhadap alam, seperti hutan, sungai, air bawah tanah dan laut," katanya, seperti dikutip Kamis (15/12/2011).

"Kami akan menggambar peta untuk menampilkan gerakan radioaktivitas."

Dia mengatakan akan memberikan perhatian khusus kepada hewan-hewan liar yang berpotensi terkena dampak krisis nuklir yang diikuti gempa bumi dahsyat dan tsunami yang melanda pantai timur laut Jepang dan reaktor nuklir yang rusak di pabrik Daiichi Fukushima.

Sementara para ilmuwan telah memantau tingkat radiasi dari udara, penggunaan monyet sebagai 'asisten' akan memberi mereka gambaran yang lebih jelas kondisi di lapangan.

Proyek ini merupakan gagasan dokter hewan Toshio Mizoguchi, dari Pusat Rehabilitasi Satwa Liar Fukushima, yang ingin menemukan cara untuk memantau efek radiasi pada hewan liar di daerah Fukushima. (dgs)

Bola dari Luar Angkasa Jatuh di Namibia

Diposting oleh Irmala Sita di 13.25 0 komentar
detail berita

NAMIBIA - Baru-baru ini sebuah bola logam besar jatuh dari langit, dan ditemukan di padang rumput terpencil di Namibia. Pemerintah setempat yang bingung dengan penemuan ini, menghubungi NASA dan badan antariksa Eropa.

Bola berongga dengan keliling 1,1 meter (43 inci) tersebut, ditemukan di dekat sebuah desa di bagian utara Namibia, sekira 750 kilometer (480 mil) dari ibukota Windhoek.

Direktur Forensik Kepolisian Nambia, Paul Ludik, mengatakan bahwa warga telah mendengar beberapa ledakan kecil beberapa hari sebelumnya. Bola berdiameter 35 cm (14 inci) ini memiliki permukaan kasar dan tampaknya terdiri dari dua bagian yang di-las menjadi  satu.

Menurut Ludik, bola tersebut terbuat dari paduan logam yang dikenal manusia, dan memiliki berat sekira 6 kilogram (13 pon). Ditemukan 18 meter dari tempat pendaratan, di sebuah lubang sedalam 33 sentimeter dan lebar 3,8 meter.

Dalam 20 tahun terakhir, beberapa bola serupa dikabarkan telah jatuh di Afrika Selatan, Australia dan Amerika Latin. Demikian dilansir Physorg, (26/12/2011).

Police Deputy Inspector General Vilho Hifindaka menyimpulkan bola tidak menimbulkan bahaya apapun. "Ini bukan bahan peledak, tetapi memiliki rongga. Kami harus menyelidiki semua ini dulu," katanya. (dgs)

Botol Plastik Bisa Dijadikan Lampu Tenaga Surya

Diposting oleh Irmala Sita di 13.25 0 komentar
detail berita

MANILA - Sekitar 25.000 rumah keluarga berpenghasilan rendah, di Filipina, telah menyala setelah diterapkannya rancangan bola lampu tenaga surya, yang terbuat dari botol plastik.

Sebuah yayasan bernama My Shelter Foundation, sekira 6 bulan lalu meluncurkan proyek The Liter of Light. Organisasi non pemerintah yang bermaskas di Filipina ini, menargetkan untuk dapat menyediakan cahaya untuk 1 juta rumah, yang masih belum memiliki listrik, serta untuk mereka yang dalam ambang pemutusan listrik.

Diwartakan The Guardian, Senin (26/12/2011), rancangan ini menggunakan botol plastik yang diisi larutan air yang telah diberi pemutih, lalu dimasukkan ke lubang di atap besi rumah-rumah di kota kumuh tersebut. Kemudian,  botol tersebut akan memantulkan cahaya matahari setara 55 watt, ke dalam ruangan. yang kemudian dibiaskan setara dengan 55W sinar matahari ke dalam ruangan. Selama siang hari, setidaknya. Dibutuhkan lima menit untuk membuat, dengan peralatan seperti palu, paku, lempengan logam, amplas dan epoksi.

"Sebelum kita memiliki lampu botol, jalan setapak ke rumah kami begitu gelap dan masuk ke dalam hanya membuatnya lebih gelap. Anak-anak tidak lagi takut - mereka bahagia. sekarang dan mereka tertawa karena mereka dapat bermain di siang hari bukannya bermain di jalanan," ujar Eduardo Carillo, seorang warga di salah satu daerah Metro Manila.

Ide untuk menggunakan botol plastik sebagai sumber cahaya bukan hal baru, ide tersebut sebelumnya telah dikembangkan Alfredo Moser, di Brazil, pada 2002. Tetapi dengan bantuan sekelompok mahasiswa MIT, bola lampu tenaga matahari yang digunakan di Filipina telah dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan lokal.

"Tantangannya adalah bagaimana negara berkembang menciptakan caranya sendiri, untuk membatasi emisi karbon. Karena kami tidak mampu untuk mengimpor solusi yang sudah dipatenkan atau diproduksi oleh negara maju dan tidak bisa menunggu sampai harganya jadi lebih terjangkau," terang Ilac Diaz dari My Shelter Foundation sekaligus seorang social enterpreuner. (dgs)

Nyamuk Mendinginkan Tubuhnya dengan Urin?

Diposting oleh Irmala Sita di 13.24 0 komentar
detail berita

NEW YORK - Umumnya, serangga penghisap darah makan sambil mengeluarkan urin. Perilaku ini merupakan upaya agar mereka tidak menghisap terlalu banyak cairan dan mendapat lebih banyak nutrisi dari makanannya.

Namun beberapa spesies nyamuk mengeluarkan sesuatu yang disebut "pre-urin". Mereka mengeluarkan darah yang baru saja dihisapnya, tanpa mengambil sari-sari nutrisi yang dikandung sel darah tersebut.

Dilansir Nytimes, Senin (26/12/2011), perilaku seperti ini membuat banyak ilmuwan bingung, karena darah merupakan sumber nutrisi yang sangat berharga.

"Darah adalah sumber daya yang sangat berharga. Menghisapnya memiliki risiko yang sangat besar," kata Claudio R. Lazzari, seorang entomologis (ahli serangga) dari Francois Rabelais University di Perancis.

Penelitian terbaru yang dilakukan Lazzari dan rekan-rekannya, dipublikasikan dalam jurnal Current Biology, menunjukkan bahwa pre-urin nampaknya merupakan cara nyamuk untuk mencegah kelebihan panas, ketika mereka menghisap darah. Sedangkan suhu darah sendiri mencapai  104 derajat Farenheit (40 derajat Celcius), bergantung  pada pemilik darah tersebut.

Hitungan kasarnya, 1 sampai 2  menit setelah seekor nyamuk Anopheles stensi mulai menghisap darah, dia akan mengeluarkan urin atau pre-urin lewat anus. Kadang, tetes cairan tersebut akan menggelantung pada tubuh nyamuk, sebelum akhirnya terjatuh. Saat  hal ini terjadi, beberapa bagian dari  cairan  itu akan menguap seperti keringat, dan mendinginkan perut nyamuk sampai sekira 4 derajat.

Nyamuk juga memakan nektar (sari bunga yang mengandung gula), namun mereka cenderung tidak mengeluarkan cairan pre-urin saat memakan makanan bersuhu lebih rendah dan terbentuk dari gula. (dgs)

Arsip Blog

About Me

Followers

Labels

Chat

Cbox
irmala
hosted by Cbox.ws

Banyak Pengunjung

My Playlist

from where you came?

Pages

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.
 
 

SHARING WITH ME | Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
top